Arsip Blog

Sabtu, 30 April 2011

Rahasia Kate Middleton Menaklukkan Sang Pangeran

Seperti Putri Diana sebelum menikahi Pangeran Charles, Kate Middleton bukan datang dari kalangan berdarah biru. Perempuan 28 tahun ini datang dari keluarga kelas menengah. Ayahnya, Michael, seorang pengusaha, sedangkan ibunya, Carole, mantan pramugari.


Namun, tidak seperti Putri Diana yang dikenal lembut dan polos sebelum menikah, Kate adalah tipikal perempuan Inggris modern yang cool dan cerdas. “Ia perempuan yang sangat matang, menarik, dan populer, khususnya di kalangan laki-laki. Tetapi, ia selalu mampu mengontrol dirinya, dan perilakunya tidak tercela,” tutur teman-temannya.

Di sekolah, Kate dikenal aktif. Ia sangat sporty, menguasai olahraga renang, netball, hoki, tenis, basket, dan badminton, dan mencetak rekor di sekolahnya untuk lompat tinggi. Meskipun ia dan William sudah saling mengenal sejak tahun 2001, ketika kuliah di St Andrews University, sosok Kate pertama kali menarik perhatian Sang Pangeran ketika tampil dalam fashion show untuk amal di kampusnya. Kate saat itu tampil mengenakan gaun lace hitam yang tembus pandang, menampakkan bra dan bikini hitamnya.
“Wow!” seru William pada sahabatnya, Fergus Boyd. “Kate seksi banget!”


Meskipun demikian, mereka tak langsung berkencan. Saat itu Kate masih berpacaran dengan mahasiswa lain, Rupert Flinch, sedangkan William dekat dengan seorang temannya, Jecca Craig. Tak diketahui secara pasti kapan William jadian dengan Kate. Namun, kisah cinta mereka terungkap ketika mereka bermain ski bersama di Klosters, Swiss, Maret 2004.

Banyak yang meragukan motivasi Kate untuk mengencani William. Ada pula yang menuduh bahwa Carole sengaja memasukkan putrinya ke St Andrews hanya karena ia tahu Pangeran William kuliah di sana. Teman-teman dekat Kate menertawakan tuduhan ini, tetapi keluarga Middleton tampaknya merasa sakit hati. Sampai putus dari William pada tahun 2007 pun, Kate masih terganggu dengan cemoohan orang terhadap keluarganya.

Apa pun tuduhan orang, pasangan ini ternyata makin dekat. Bahkan, pada tahun kedua mereka sudah tinggal bersama di apartemen William di Clarence House. Kate membagi waktunya dengan tetap tinggal di rumah orangtuanya di Berkshire, Bucklebury, di kamar yang telah ditempatinya sejak umur 14 tahun.

Menurut teman-temannya, Kate tetap membawa gaya kelas menengahnya yang klasik selama kuliah di St Andrews. Ia hampir tidak berubah meskipun menghadapi dunia baru yang diperkenalkan William padanya. Teman-teman William menjadi teman-temannya juga, dan keluarga kerajaan pun menyambutnya dengan hangat. Mereka berdua saling mengunjungi orangtua masing-masing. Bahkan, Kate juga mendampingi William dalam berbagai acara pernikahan keluarga kerajaan.

“Mereka menyukai Kate karena ia selalu menjadi dirinya sendiri,” kata seorang teman dari keluarga kerajaan. “Ia santai, tetapi tegas, dan tak pernah takut memeringatkan William jika menurutnya pria itu salah. William menyukai kebebasan yang ditawarkan Kate, hal ini sangat berbeda dari sosok gadis yang dikira orang hanya diam menunggu ditelepon oleh William.”

Kate juga tak mengandalkan kedekatannya dengan William untuk meniti kariernya. Mungkin itu sebabnya, kariernya pun tak begitu cemerlang. Ia sempat bekerja sebagai buyer untuk jaringan toko Jigsaw, yang dimiliki oleh teman-teman keluarganya. Belum lama ini ia juga bertindak sebagai fotografer Party Pieces. Tugasnya, memotret produk untuk ditayangkan dalam situs perusahaan tersebut.
[sumber]

0 komentar:

Poskan Komentar